Position Sizing dalam Perdagangan Forex

position sizing1Berdagang dengan lot yang besar memang memungkinkan para trader untuk mendapatkan keuntungan yang besar pula. Namun, dalam berdagang valas, resiko sama dengan profit. Artinya semakin besar profit yang akan dicapai, semakin besar pula resiko mengalami kerugian. Sayangnya, kebanyakan para trader tidak begitu mempermasalahkan hal ini. Mereka berpikir bahwa dengan memasang lot yang besar mereka akan untung besar nantinya. Namun, bukannya untung, tapi justru buntung alias rugi besar.

Untuk meminimalisir kerugian tersebut, perlu adanya penerapan position sizing. Pernah dengar atau apakah Anda tahu tentang position sizing?

Apa

Position sizing adalah cara mengatur modal (modal manajemen) dalam melakukan perdagangan valas. Contohnya, jika Anda memiliki modal 5,000 dollar dan batasan resiko yang diambil adalah 50%, itu artinya kerugian Anda tidak akan lebih dari 2,500 dollar.

Kapan

Tentu saja position sizing digunakan ketika Anda sudah benar-benar siap melakukan trading. Jika Anda belum memahami tentang hal ini secara mendalam, ada baiknya untuk mencari informasi dari berbagai sumber mengenai cara mengatur modal ini. Hal ini sangat penting untuk dilakukan guna meminimalisir resiko mengalami kerugian ketika trading.

Mengapa

Jika masih bingung mengapa position sizing itu penting, jawabannya adalah untuk mengatur modal dan membatasi resiko kerugian sehingga kehilangan uang dalam jumlah besar dapat dihindari.

Bagaimana

Bagaimana cara menggunakan position sizing? Caranya cukup sederhana dan mudah. Bahkan dengan menggunakan cara ini, Anda bisa mengetahui seberapa besar lot yang sebaiknya Anda gunakan nanti dalam berdagang valuta asing. Adapun cara penggunaannya adalah:

position sizing

Pertama, tentukan risk capital yang diingikan. Dalam hal ini sangat disarankan untuk tidak lebih dari 50% dari modal yang dimiliki. Namun, ini tidak berarti bahwa Anda harus menetapkan resiko modal yang terlalu kecil karena hal ini sama saja menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan besar. Berbeda halnya dengan penetapan resiko per transaksi yang bisa diambil dengan nilai yang rendah.

Kedua, tentukan pasangan mata uang yang tepat. Disarankan untuk memilih EUR/USD karena pergerakan kedua mata uang ini stabil dan informasinya mudah didapat dengan mudah.

Ketiga, lakukan analisa teknikal untuk mengetahui batasan resiko untuk pasangan mata uang tersebut. Contohnya, jika batasan resikonya adalah 300 pips (1 pip=1 dollar), secara teknikal stop loss yang digunakan sebesar 300 dollar.

Keempat, menentukan besarnya lot yang digunakan. Caranya? Bagi resiko per transaksi dengan besarnya stop loss yang digunakan. Contoh, risk capital adalah 50% dari 9,000 dollar, resiko per transaksi adalah 10% dari risk capital, dan stop lossnya sebesar 300 dollar, maka lot yang sebaiknya digunakan adalah resiko per transaksi dibagi stop loss (450 dollar:300 dollars). Lot yang sebaiknya digunakan adalah 1,5.

Dengan menggunakan lot sebesar itu, Anda tidak akan mengalami kerugian besar yang bisa membuat Anda tertekan dan stres.

Hati-Hati Jangan Overtrading

Is forex trading a game? Jelas dong jawabannya tidak. Sayangnya, di luar sana masih ada banyak trader pemula yang minim pengalaman menganggap bahwa berdagang valas itu sama seperti sebuah permainan. Ya, cukup dengan naluri dan insting dalam menentukan posisi sell dan buy saja sudah bisa untung. Bahkan mungkin ada yang berpikir bahwa asal tebak saja bisa mendapatkan keuntungan dalam forex trading. Come on, forex trading is not like that! Berdagang forex membutuhkan strategi dan pemahaman. Tidak bisa asal-asalan saja kecuali ingin merugi.

Selain masalah pemahaman yang salah soal forex, trader pemula juga sering terbawa emosi ketika mendapatkan keuntungan atau mengalami kerugian. Hal ini membuat mereka melakukan perdagangan di setiap moment tanpa takut kehilangan modal mereka. Overtrading merupakan istilah untuk kegiatan yang merugikan ini.

Btw, bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda sering melakukan overtrading? Jika belum, bersyukurlah karena hal ini wajib untuk dihindari. Mengapa?

overtrading

Menghabiskan banyak uang

Pada umumnya, penyebab utama para trader melakukan overtrading adalah balas dendam. Mereka biasanya ingin mengembalikan modal awal mereka dan mendapatkan keuntungan besar. Sayangnya, tindakan ini dilakukan tanpa ada perhitungan dan analisa yang jelas sehingga mereka menemukan kegagalan pada akhirnya. Perlu disadari bahwa tindakan ini akan membuat kerugian berkali-kali lipat sehingga there is no money in your pocket anymore. Ini bahaya lo, apalagi jika Anda menjadikan trading forex sebagai pendapatan utama Anda, bisa-bisa hal ini membuat Anda mengalami masalah keuangan dan berhutang.

Membuat Anda stres

Tahun 2005 silam, keluarga temanku harus dirawat di rumah sakit karena mengalami stres berat. Awalnya aku menduga bahwa hal itu disebabkan karena tugas kantornya yang menumpuk atau masalah keluarganya. Namun, ternyata hal tersebut dipicu oleh overtrading. Pada saat itu, dia berstatus sebagai day trader yang sudah menjalani profesinya selama 3 bulan. Mungkin pada saat itu, dia belum begitu memahami resiko perdagangan ini sehingga dia melakukan trading di setiap moment.

Stres bisa disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah mengalami kerugian yang disebabkan oleh overtrading. Sadari bahwa stres tidak ada obat generiknya lo karena ini menyangkut perasaan terdalam. Sekali Anda mengalami hal ini, kehidupan Anda mungkin tidak akan normal seperti biasanya. Tak menutup kemungkinan jika Anda bisa dirawat di rumah sakit khusus penderita gangguan kejiwaan, khususnya jika Anda sudah menghabiskan puluhan atau jutaan rupiah.

Lantas bagaimana menghindari overtrading? Anda harus belajar psikologi trading dan terus berpegang teguh pada trading plan yang sudah dibuat. Di samping itu, hilangkan rasa ingin balas dendam dan tetaplah berpikir positif jika Anda mengalami kerugian. Berhenti berdagang sangat disarankan jika konsentrasi Anda sudah pecah dan emosi Anda sudah memuncak. Mudah-mudahan cara ini dapat membantu Anda mengurangi resiko melakukan perdagangan secara berlebihan.

Lakukan Ini untuk Menguji Robot Trading

Bagi para trader part time, keberadaan robot trading atau advisory expert (EA) sangatlah penting. Hal ini disebabkan karena para trader tersebut bisa menghemat waktu untuk mengetahui pergerakan harga di pasaran dalam waktu singkat. Bahkan mereka juga bisa mencari tahu pergerakan harga dan tren market yang sudah terjadi beberapa waktu yang lalu. Meskipun terbilang menguntungkan, namun sebagian orang menilai bahwa menggunakan robot trading bukanlah solusi yang tepat karena robot hanya platform atau alat yang dibuat manusia. Itu artinya kemungkinan untuk melakukan kesalahan sangat terbuka lebar. Di samping itu, jika robot ini benar-benar menguntungkan tentu para penciptanya (forex broker) tidak akan menjualnya kepada trader. Get the point?

forex-robotLalu, apakah menggunakan robot trading tidak dianjurkan? Tidak juga selama memang dibutuhkan, menggunakan alat ini bukanlah masalah. Hanya saja jangan terlalu mengandalkan informasi yang dihasilkannya. Ada baiknya untuk melakukan analisa secara manual juga. Well, apakah Anda seorang trader pemula yang tertarik untuk menggunakan robot forex? Jika iya, ada baiknya untuk melakukan pengujian terlebih dahulu untuk mengetahui seberapa bagus kinerja dari platform tersebut. Adapun hal-hal yang harus dilakukan adalah:

Lakukakan backtest

Tujuannya? Backtest bertujuan untuk melihat hasil pergerakan harga yang sudah terjadi beberapa tahun, bulan, tahun, jam, atau menit yang lalu. Jika robot forex yang digunakan berkualitas tentu hasil yang didapat akan memuaskan. Artinya datanya lengkap dan tidak mengecewakan. Adapun cara melakukan backtest ini sendiri adalah:

  1. Pilih strategy tester dengan cara mengklik tab view.
  2. Pilih robot trading yang ingin diuji.
  3. Tentukan pasangan mata uang yang diinginkan.
  4. Tentukan rentang waktu dengan mengisi kolom di use date.
  5. Sertakan data tick 1 menit.
  6. Klik tombol start untuk memulai pengujian.

Jika rentang waktu yang digunakan hanya dalam hitungan hari, hasil yang didapat tidak akan memberikan gambaran jelas apakah robot trading memiliki kinerja yang komplit atau tidak. Untuk itu, ada baiknya untuk memilih rentang waktu yang cukup lama, seperti dari bulan Juni 2014 sampai Juni 2015. Memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasilnya, tapi cara ini membuat Anda tidak akan menyesal sudah memilih robot forex tersebut.

Cek pergerakan harga

Mengecek pergerakan harga yang dihasilkan oleh robot forex adalah suatu keharusan. Mengapa? Apabila data yang dihasilkan tidak lengkap di mana ada beberapa harga yang hilang dalam periode tertentu, itu artinya ada gap dalam pergerakan harga yang dihasilkan. Ini masalah besar karena akan ada keraguan karena hasilnya tidak memuaskan. Tentu saja, ini juga berarti bahwa robot trading yang digunakan tidak begitu baik dan tidak bisa diandalkan. Bayangkan jika Anda ingin menganalisa pergerakan harga, lalu tiba-tiba terjadi gap yang membuat pergerakan harga terputus, tentu ada kemungkinan besar untuk salah dalam mengambil keputusan pada akhirnya.

Ingat, tidak ada robot forex yang sempurna, pasti ada saja kelemahannya. Untuk itu, menguji kinerjanya terlebih dahulu merupakan cara terbaik untuk mengurangi resiko kerugian ketika berdagang nantinya.

Baikkah Berdagang Forex Setiap Hari?

tanya lagiApakah Anda seorang day trader pemula yang menjadikan perdagangan forex sebagai mata pencarian utama? Jika iya, apakah Anda akan berdagang valuta asing setiap hari? “Sudah jelas jawabannya iya, namanya juga day trader, ya dagangnya tiap hari pastinya!” Jika ini jawaban Anda, itu artinya Anda belum memahami perdagangan forex dengan baik. Ketahuilah bahwa berdagang forex itu tidak harus setiap hari meskipun Anda adalah seorang pedagang valas harian. Mengapa? Temukan alasannya di bawah ini:

Bukan kewajiban

Jangan mewajibkan diri Anda untuk melakukan perdagangan setiap hari. There is no rule for this! Yup, jika Anda mewajibkan diri untuk melakukan ini, sudah pasti Anda tidak akan menjadi trader sesungguhnya, melainkan menjadi gambler. Sadari bahwa sinyal trading tidak selalu valid! Jika Anda sudah menyadari hal tersebut dan menemukan ketidakvalidan pada sinyal trading, tidak ada alasan untuk berdagang. Bagaimana jika sinyalnya tidak valid seharian? Ya, jangan berdagang seharian. Besok atau lusa masih ada waktu untuk berdagang sembari menunggu sinyal trading valid.

Bukan balas dendam

“Kemarin aku rugi cukup besar, pokoknya hari ini aku harus trading dan mendapatkan keuntungan untuk menutupi modal yang sudah dikeluarkan!” Apakah Anda pernah berpikir seperti ini? Jika iya, sadari bahwa tidak ada yang namanya balas dendam dalam berdagang forex. Lalu bagaimana dengan kerugiannya? Every trader ever deals with loss. Bener sekali karena tidak ada prediksi dan analisa yang hasilnya 100% valid. Bahkan trader profesional yang sudah berpengalaman sekali pun pasti pernah mengalami kerugian. Untuk itu, biarkan kerugian yang sudah dialami sebelumnya berlalu dan coba tetap berpikir positif sambil menganalisa di mana letak kesalahan Anda.

emosian

Ingat Anda tidak harus selalu untung setiap hari! Apabila mengalami kerugian, itulah hasil yang harus diterima. Roda selalu berputar, bukan? Anda tidak akan selalu berada di atas.

Bukan gambler

Ada banyak trader pemula yang menjadi gambler lantaran terus menerus memaksakan diri untuk berdagang. Mereka hanya meyakini bahwa apa yang mereka lakukan benar tanpa mempertimbangkan validitas sinyal forex dan hasil analisa. Forex is not gambling. Naluri saja tidak cukup untuk menjamin Anda memperoleh keuntungan yang diharapkan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jika memang waktunya untuk tidak berdagang, ya jangan dilakukan.

Aku pernah mendengar cerita temanku yang memiliki teman seorang trader pemula. Dia mengatakan bahwa temannya itu lebih mengandalkan insting atau nalurinya ketika trading forex. Itu sama saja seperti berjudi yang mengharap keuntungan dari sesuatu yang hanya diduga semata. Sadari bahwa menjadi gambler dalam perdagangan valas hanya akan membawa Anda pada kerugian. Bahkan, Anda bisa saja kehilangan seluruh modal dan akun riil forex Anda ditutup oleh broker. Masalah ini bisa menjadi semakin runyam jika akun Anda menjadi negative.

Faktor Penyebab Gagalnya Klaim Asuransi

fastnet-frustatedAda banyak manfaat yang diproleh apabila mampu membeli asuransi kendaraan, di antaranya bisa mengalihkan kerugian, mendapat pertolongan dengan cepat, dan mempunyai rasa aman ketika berkendara. Dalam asuransi, umumnya para nasabah dapat memilih dua jenis pelindungan, yaitu all risk dan TLO. Perlindungan jenis all risk bisa diartikan sebagai perlindungan secara keseluruhan mulai dari kecelakaan kecil hingga besar. Sementara perlindungan jenis TLO (Total Lost Only) adalah perlindungan yang hanya diberikan apabila seorang nasabah mendapat kerugian cukup parah yakni mencapai 75%. Perbandingan antara jenis perlindungan asuransi mobil all risk vs total lost tentu sangat nampak pada biaya premi.

Contoh di perusahaan asuransi simas dengan harga beli mobil di bawah 500 juta rupiah, perlindungan jenis all risk ialah sebesar 3.25% dan TLO senilai 1.5%. Jadi, kalau mobil Anda seharga 300 juta rupiah dan mengambil perlindungan jenis all risk maka besarnya premi yang ditanggung sebesar 9.750.000 rupiah. Sementara bila memilih TLO sebagai perlindungan maka biaya preminya sebesar 4.500.000 rupiah. Perbedaan yang sangat mencolok tersebut membuat orang-orang harus mempertimbangkan secara masak-masak agar nantinya tidak menyesal ketika asuransi berjalan.

Namun, yang tak kalah penting dalam sebuah asuransi ialah pengajuan klaim. Pasalnya, banyak nasabah yang melakukan pengajuan klaim tapi tidak diproses dengan cepat. Padahal dengan diprosesnya pengajuan klaim, perusahaan baru dapat mengganti kerugian yang ditanggung oleh nasabah. Secara umum, berikut faktor-faktor yang mempengaruhinya:

Tidak melapor dengan segera

Salah satu prosedur pengajuan klaim asuransi ialah tidak boleh lewat dari 3×24 jam/72 jam. Mengapa? Tujuannya adalah untuk mempermudah pihak asuransi untuk melakukan pengecekan lebih lanjut. Bila mungkin rekanan bengkel jauh dan memakan banyak waktu, tak ada salahnya menghubungi pihak asuransi terlebih dahulu. Bukan tidak mungkin harus menggunakan mobil derek untuk menyeret mobil dan nasabah bisa menggunakan mobil ganti sebagai alternatifnya. Ingat, itulah pentingnya mengecek terlebih dahulu rekanan bengkel perusahaan agar memudahkan ketika akan mengajukan klaim asuransi.

Tidak menyertakan bukti yang akurat

Bukti yang akurat tentu menjadi suatu hal yang harus disertakan ketika mengajukan klaim. Selain pihak nasabah harus menyertakan foto kendaraan, surat keterangan dari rumah sakit pasca berobat, nomor polis dan lain sebagainya, penting bagi nasabah untuk melampirkan surat keterangan dari kepolisian. Laporan yang resmi tentu akan ditangani dengan baik oleh pihak perusahaan. Oleh karena itu, jangan pernah terbesit untuk mengadakan laporan yang abal-abal. Kalau hal itu terjadi, tidak menutup kemungkinan akan ditindaklanjuti ke pihak yang berwajib.

Tidak sesuai perlidungan dalam polis

Faktor lain yang menyebabkan asuransi gagal klaim ialah tidak sesuai dengan perlindungan yang tertera di dalam polis. Misal, Anda memilih perlindungan jenis TLO, maka Anda hanya bisa mengajukan klaim bila mengalami kerugian mencapai 75%, sedangkan bila mobil Anda hanya gores atau penyok di bagian depan saja (belum parah), maka pengajuan klaim akan ditolak.

Selain ketiga faktor di atas, pengajuan klaim juga tidak dapat diproses apabila nasabah baru bergabung dengan pihak asuransi. Misal, nasabah baru membayar premi selama 1 kali, sedangkan kerugian yang ditanggung mencapai puluhan juta rupiah, tentu pihak asuransi akan rugi. Tak heran bila menjadi nasabah secara aktif juga sangat diprioritaskan dalam hal ini.

The Importance of Learning Money Management in Forex Trading

money managementA couple days ago, my high school friend visited me after a long time we didn’t meet each other. Since he moved to Singapore, there are so many things that change starting from his skill in speaking English, hairstyle, the way he dressed up, and much more. Even so, we still have some things in common just like when we were teenagers. We love playing basketball together that it made us spend our whole weekend. Furthermore, both of us were very enthusiastic about business. After talking much time about business. After sharing to each other, we just found that we are now learning forex or foreign exchange. The difference is that he’s no longer a newbie. He gave me knolwedge and inspiration a lot at that time.

One point that he reminded me especially when it comes to belajar forex untuk awam is to understand the money management. In fact, it’s an important thing that new traders often ignore. Well, money management in forex trading includes:

  • Don’t forget to take advantage of the take profit and stop loss
  • Don’t hesitate to apply such strategies, like hedging, margin stop
  • Don’t be greedy!

In addition to the three points above, make sure you don’t set too big leverage especially if you are new to this. Once you get into trading and deposit your money, there’s nothing as important as knowing how to manage your money well unless you want to lose them.

By learning money management, you can minimize the risk of losses. For instance, too big leverage  in the initial position is not really a good idea despite you actually trade with no money (lend from brokers). The higher risk of loss you will likely get.

Good understanding about money management can make you a better and a more professional trader. Indeed, the more you learn about plenty of strategies, the more skills you can use to handle the trend movement in forex  trading.

Making a trading plan is unarguably one step to have good money management. In fact, you will make realistic goals in the plan and set strategies earlier. That way, you can reduce confusion of what to do when facing the trend movement. Trade your plan, and plan your trade. That’s what many experts said as I saw on TWITTER a couple months ago.

Well, have you learned money management in forex trading yet? From now on, it is a must. Let’s learn how to manage money well in this foreign exchange business!

How to Know whether a Forex Broker Is Regulated or Not?

regulasi broker forexAll newcomers in forex trading have a lot of things to do to get started. They begin with learning everything about forex from its basic concept, strategy, risk management, money management, to psychology trading. It’s also important for them to find trusted sources to learn forex. On the other hand, the success isn’t only affected by how far traders master foreign exchange trading. It is also determined by the forex broker you choose. Working with a wrong broker you will end up getting stress because the company probably does scam or drains your money. Therefore, you must find a regulated forex broker or broker FOREX resmi Indonesia.

By the way, how to know whether a forex broker has regulations or not? There are mainly three ways to do that:

Ask the broker directly

The easiest way to check broker’s regulation is asking the broker directly. In general, they declare it on the website, but if you can’t find any information, ask via live chat, email, or comment box to know about the regulation. Don’t hesitate to request the proof also to give you peace of mind. Perhaps, you are afraid that the broker is going to tell a lie? Don’t stay silent because it’s time to try the next two methods below. You can send message on Facebook.com or mention on twitter.com.

Check on forex regulatory agencies

To make sure whether a forex broker you will choose is regulated, you need to check on forex regulatory agencies. For local/Indonesian brokers, the regulatory body is BAPPEBTI that stands for Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. What if you are going to pick a foreign broker? You need to ensure that they are regulated by National Futures Association (US), Commodity Futures Trading Commission (US), Financial Services Authority (UK), Australian Securities and Investment Commission (Australia). Chceking broker’s regulation on the agency provides you valid information for sure.

Figure it out from fellow or earlier traders

The last alternative to know whether a potential forex broker is trustworthy and already owns a regulation or not is by figuring it out from earlier traders. Is there any of your colleagues and relatives who trade forex? If not, you can visit local or international forums that mainly discuss investment and foreign exchange. Ask them about particular forex brokers, they may know the answer and then recommend you the better options.

Well, there’s nothing to be confused of when you are in doubt to choose a forex broker since you can immediately ask the team, check on regulatory bodies, and ask the fellow traders. Hopefully, you will find the right broker!